Sinkretisme Budaya Jawa dan Agama Budha Pada Masyarakat Jawa di Sekitar Borobudur, Magelang dan Kecamatan Kaloran, Temanggung, Jawa Tengah

ABSTRAK
Weningtyas Kismorodati. S250908011. Sinkretisme Budaya Jawa dan Agama Budha Pada Masyarakat Jawa di Sekitar Borobudur, Magelang dan Kecamatan Kaloran, Temanggung, Jawa Tengah.Tesis : Program Studi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta

Penelitian dengan judul Sinkretisme Budaya Jawa dan Agama Budha Pada Masyarakat Jawa di Sekitar Borobudur, Magelang dan Kecamatan Kaloran, Temanggung, Jawa Tengah ini mencoba untuk mengungkap wujud sinkretisme antara budaya Jawa dengan Agama Budha pada masyarakat Jawa mengingat uniknya agama-agama yang ada di Indonesia karena berbeda dengan di negara asal agama tersebut. Sebelum kedatangan agama-agama asing, masyrakat Jawa telah memiliki suatu kepercayaan tersendiri yang disebut agama nenek moyang atau Agama Jawa. Dikarenakan suatu agama asing yang masuk ke dalam suatu wilayah atau negara sangat tipis kemungkinannya untuk dapat diterima secara baik oleh masyarakat setempat, maka dari itu agama asing tersebut harus mampu melakukan pembauran dengan budaya setempat, dalam hal ini dengan kepercayaan yang sudah dianut oleh masyarakat Jawa terlebih dahulu.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan purposive sampling. Narasumber yang dipilih adalah yang dinilai dapat memberikan kedalaman data dan tidak berdasar atas kuantitas narasumber. Penelitian dilakukan dengan metode eksploratif yang didahului dengan melakukan penelusuran terhadap masyarakat Jawa yang memiliki kepercayaan kejawen dan masyarakat Jawa yang beragama Budha. Wawancara secara mendalam (indepth interview) dilakukan guna memperoleh kedalaman data. Disamping itu observasi pastipasti pasif juga dilakukan guna memperoleh gambaran yang lebih jelas dari aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat di lokasi penelitian. Dari observasi tersebut, peneliti juga memperoleh beberapa data berupa dokumentasi visual yang menjadi data pendukung.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah interaksionisme simbolik, dimana wujud suatu sinkretisme yang terjadi melalui interaksi terus menerus antara budaya Jawa dengan Agama Budha akan menimbulkan simbol-simbol tertentu yang disepakati dan dimaknai secara bersama oleh masyarakat pendukungnya dan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat tersebut. Mengingat masyarakat bersifat dinamis, maka pemaknaan masyarakatpun tidak akan sama dari waktu ke waktu.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui wujud sinkretisme antara budaya Jawa dengan Agama Budha. Kajian ini dirasa penting dilakukan mengingat bahwa penelitian mengenai sinkretisme antara budaya Jawa dan Agama Budha masih sedikit dilakukan. Disamping itu adanya isu-isu perpecahan yang disebabkan oleh perbedaan keyakinan dalam beragama menjadi alasan kenapa penelitian ini dilakukan. Diharapkan output yang dihasilkan dari penelitian ini dapat memberikan wacana mengenai indahnya perbedaan yang kemudian justru dapat menghasilkan local genius yang sesuai dengan kepribadian bangsa dan mewarnai khazanah budaya nasional.

ABSTRACT

Weningtyas Kismorodati. S250908011. Syncretism of Javanese Cultural and Budha Religion in Javanese Society Surrounding Borobudur, Magelang and Sub District Kaloran, Temanggung, Central Java.
Thesis : The Graduate University Eleven March Surakarta

This research entitled Syncretism of Javanese Cultural and Budha Religion in Javanese Society surrounding Borobudur, Magelang and Sub District Kaloran, Temanggung, Central Java tries to uncover the syncretism of Java culture and Budha Religion in Javanese society recalling the uniqueness existing in Indonesia because it is different with the religion original country. Before the foreign religion came, Javanese people had had a distinctive belief called ancestor religion or Javanese religion. Because it is almost impossible for a foreign religion coming to an area or a country to be accepted well the local people, the foreign religion should be able to diffuse into the local culture, in this case into the belief that had been held by the previous Javanese people.
This study belongs to a qualitative research using purposive sampling. The informant chosen was the one considered can give data depth and not based on the quantity of informant. The research was done using exploratory method initiated by tracing the Javanese people having Javanese (Kejawen) belief and Javanese people embracing Budha religion. In-depth interview was done to obtain data depth. In addition, passive participatory observation was also done to obtain a clear description about the activities the people do in the research location. From the observation, the author also obtains some data in the form of visual documentation becoming the supporting data.
The theory employed in this study was symbolic interactionism in which the manifestation of a syncretism occurring through ongoing interaction between Javanese culture and the Budha religion will result in certain symbols approved and defined jointly by the supporting society and affects the society’s life. Recalling the dynamic society, the definition of society will not be the same from time to time.
The objective of research is to find out the manifestation of syncretism of Javanese culture and Budha religion. This study is considered as important to do recalling that there are only few studies done on syncretism of Javanese culture and Budha religion. In addition, there is dissension issue due to the difference of religious belief becoming the reason of study. It is expected that the output resulting from this research can give insight into the beauty of difference that in turn can produce local genius that is consistent with the nation personality and color the national culture vocabulary.