PEMANFAATAN OBJEK LANGSUNG DALAM PEMBELAJARAN BERBICARA BAHASA INDONESIA SISWA SEKOLAH DASAR

Rini Sabaryati. S 810906208. Pemanfaatan Objek Langsung dalam Pembelajaran Berbicara Bahasa Indonesia Siswa Sekolah Dasar (Studi di SDN 1 Menggoro Kec.Tembarak Kab. Temanggung). Tesis. Program Studi Teknologi Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2008.

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan pemanfaatan objek langsung yang dilakukan oleh guru dalam pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa Indonesia, (2) memaparkan peran pemanfaatan objek langsung dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan berbicara.
Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 1 Menggoro Tembarak Kabupaten Temanggung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam bentuk deskriptif. Sumber data didapat dari tiga sumber (1) peristiwa, (2) informan, (3) dokumen atau sumber tertulis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan (1) pengamatan berperanserta, (2) wawancara mendalam, dan (3) analisis dokumen. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan teknik cuplikan. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan perpanjangan keikutsertaan, keajegan pengamatan, triangulasi, dan pemeriksaan teman sejawat. Hasil penelitian dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif (1) reduksi data, (2) sajian data, (3) penarikan simpulan/verifikasi
Hasil penelitian yaitu (1) pelaksanaan pembelajaran berbicara Bahasa Indonesia memanfaatkan objek langsung koperasi sekolah dan perpustakaan diawali dengan persiapan yang dilakukan guru yaitu membentuk kelompok. Pada akhir kegiatan pembelajaran ini, diperoleh rata-rata nilai 62,14 dan 65,66. Pelaksanaan pembelajaran berikutnya memanfaatkan objek langsung pasar dan puskesmas, siswa ditugasi untuk melakukan pengamatan aktivitas yang terjadi di pasar dan puskesmas sekaligus melakukan wawancara dengan subjek yang dijumpai di lokasi tersebut. Pada akhir kegiatan pembelajaran ini, diperoleh rata-rata nilai 66,90 dan 73,90. (2) Peran pemanfaatan objek langsung dalam pembelajaran berbicara Bahasa Indonesia secara nyata berdampak positif, yang dibuktikan dengan peningkatan rata-rata nilai keterampilan berbicara. Dengan demikian objek langsung dapat dimanfaatkan sebagai alternatif strategi pembelajaran. Guru dituntut kreatif mengembangkan model pembelajaran untuk menciptakan situasi belajar yang menyenangkan bagi siswa. Pada kegiatan pembelajaran, guru dituntut melakukan penilaian secara komprehensif, sejak dari perencanaan, proses, maupun hasilnya.
Saran kepada pihak-pihak terkait sebagai berikut (1) pembelajaran pemanfaatan objek langsung perlu dioptimalkan dapat diterapkan di kelas maupun sekolah lain, (2) objek langsung dapat berperan untuk semua mata pelajaran, disesuaikan dengan tingkat relevansinya. Peningkatan kemampuan guru mengelola pembelajaran dapat dilakukan melalui diklat. Perlu disosialisasikan sehingga strategi ini dapat diterapkan oleh guru di kelas dan sekolah lain, cara yang bervariasi dapat menghindarkan kejenuhan dalam diri siswa.