Pengaruh Dosis Pupuk Organik Dan Populasi Tanaman Terhadap Pertumbuhan Serta Hasil Tumpangsari Kedelai (Glycine max L.) Dan Jagung (Zea mays L.)

Tri Retno Indriati. S 610907012. Pengaruh Dosis Pupuk Organik Dan Populasi Tanaman Terhadap Pertumbuhan Serta Hasil Tumpangsari Kedelai (Glycine max L.) Dan Jagung (Zea mays L.). Tesis Program Studi Agronomi, Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret, Surakarta

Salah satu solusi untuk meningkatkan produksi pertanian khususnya kedelai adalah dengan pola tanam tumpangsari. Pola tanam tumpangsari merupakan sistem pengelolaan lahan pertanian dengan mengkombinasikan intensifikasi dan diversifikasi tanaman. Tanaman kedelai dan Jagung sangat cocok untuk ditumpangsari. Kedelai termasuk tanaman C3, sedangkan Jagung termasuk tanaman C4 sehingga sangat serasi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis pemupukan agar pemanfaatan pupuk organik menjadi efisien dengan tingkat produktivitas tinggi; mengetahui kerapatan tanam yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kedelai dalam sistem tumpangsari dengan jagung; serta mengetahui Nilai Kesetaraan Lahan (LER) pada tanaman kedelai dan jagung pada pola tanam tumpang sari dengan perlakuan kerapatan tanam dan dosis pupuk organik yang berbeda. Penelitian dilakukan di lahan sawah tadah hujan desa Panunggalan, kecamatan Pulokulon, kabupaten Grobogan. Pelaksanaan dimulai pada bulan Januari 2009 sampai dengan bulan Mei 2009. Rancangan yang digunakan adalah rancangan Acak Kelompok Lengkap Faktorial. Variabel penelitian untuk kedelai meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah polong pertanaman, jumlah khlorofil daun, berat basah berangkasan, berat kering brangkasan, berat 100 biji, sedangkan untuk agung meliputi tinggi tanaman, berat tongkol, berat 1000 biji serta Nilai Kesetaraan Lahan, nilai ekonomis dan Analisis Usaha Tani.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kerapatan tanam mampu meningkatkan secara nyata terhadap jumlah polong dan jumlah khlorofil tanaman kedelai serta terhadap tinggi tanaman, berat tongkol dan berat 100 biji jagung. Dosis pemupukan organik juga mampu meningkatkan secara nyata tinggi tanaman, jumlah khlorifil daun, dan berat kering brangkasan tanaman kedelai serta berat 100 biji jagung. Tanaman yang mendapatkan dosis pupuk organik 800 Kg/ha memberikan hasil yang tinggi dari pada yang mendapatkan dosis pupuk 400 Kg/ha, baik pada sistem tanam monokultur maupun tumpangsari. Berdasarkan Nilai Kesetaraan Lahan ( NKL ), sistem tumpangsari secara keseluruhan menguntungkan, baik secara agronomi maupun ekonomi. Hal ini tercermin pada nilai NKL > 1.
Kata kunci : Tumpangsari, dosis pupuk organik, Kedelai, Jagung, Nilai Kesetaraan Lahan