Implementasi Sistem Pembelajaran Terpadu di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ar-Risalah Surakarta

Citra Dewi, S10907006. 2009. Implementasi Sistem Pembelajaran Terpadu di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ar-Risalah Surakarta. Tesis: Program Studi Teknologi Pendidikan, Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Implementasi sistem pembelajaran terpadu di SDIT Ar-Risalah Surakarta meliputi desain pembelajaran, proses belajar mengajar dan evaluasi pembelajaran. 2) Peran implementasi sistem pembelajaran terpadu dalam meningkatkan keefektifan pembelajaran di SDIT Ar-Risalah Surakarta.
Penelitian dilaksanakan di SDIT Ar-Risalah Surakarta pada tahun pelajaran 2008/2009 semester kedua. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang bersifat deskriptif serta merupakan studi kasus. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Sumber data diambil dari informan, tempat dan peristiwa, serta dokumen. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Uji keterpercayaan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan model analisis interaktif.
Hasil penelitian yaitu: 1) Definisi terpadu di SDIT Ar-Risalah Surakarta adalah keterpaduan antara kurikulum Diknas dan Depag yang mengalami penyesuaian dengan visi dan misi Yayasan Ar-Risalah Surakarta. 2) Implementasi sistem pembelajaran terpadu di SDIT Ar-Risalah Surakarta. Dalam perancangan pembelajaran terpadu digunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP); Dirancang jenis terjala (webbed) atau tematik untuk kelas bawah (1, 2, dan 3) dan jenis terkait untuk kelas atas (4, 5, dan 6); Mata pelajaran adalah PPKN, bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, KTK, dan bahasa Jawa; Tim penyusun kurikulum yaitu unsur sekolah dan komite sekolah dibawah koordinasi Dinas Pendidikan Kota; Sistematika rancangan pembelajaran terpadu: Tim penyusun kurikulum berkumpul untuk menentukan tema pada tiap bidang studi atau antarbidang studi dan membuat perangkat pembelajaran untuk tiap mata pelajaran. Proses pembelajaran masih kekurangan media tetapi strategi pembelajaran bervariasi. Evaluasi pembelajaran berupa kuis, tes harian, proyek dan portofolio. Hambatan dan kendala berasal dari guru, siswa, dan media. 3) Implementasi sistem pembelajaran terpadu meningkatkan keefektifan pembelajaran di SDIT Ar-Risalah Surakarta. Keefektifan pembelajaran terpadu tercermin dari bermaknanya pembelajaran. Pembelajaran yang bermakna menghasilkan siswa yang aktif dalam proses belajar mengajar yang menyenangkan, terjadi komunikasi dua arah guru dan murid sehingga menghasilkan prestasi yang baik.
Saran penelitian yaitu: 1) Bagi guru, disarankan adanya pemantapan konsep sistem pembelajaran terpadu terutama dari pihak Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum jika diharapkan adanya perpaduan materi umum dan agama; Diadakan pelatihan tentang pembelajaran terpadu agar berkurang hambatan guru dalam menyiasati kurikulum yang padat; Bentuk instrumen nontes dalam evaluasi pembelajaran perlu ditambahkan agar keefektifan pembelajaran dapat terukur lebih jelas.Perlu adanya pemantapan konsep sistem pembelajaran terpadu di SDIT Ar-Risalah jika diharapkan adanya perpaduan materi umum dengan agama. 2) Bagi SDIT Ar-Risalah Surakarta, perlu menyediakan media, sarana dan prasarana penunjang pembelajaran agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif. 3) Bagi orang tua, perlu melakukan timbal balik positif kepada pihak SDIT Ar-Risalah Surakarta dan guru tentang pembelajaran dan hasil belajar anak sehingga terjadi peningkatan keefektifan pembelajaran terpadu di SDIT Ar-Risalah Surakarta.