METODE PEMBELAJARAN PEMBERIAN TUGAS PENGAJUAN SOAL (PROBLEM POSING) DAN PEMBUATAN SIMULASI KOMPUTER DENGAN MEMPERHATIKAN KEMAMPUAN BERFIKIR ABSTRAK

Joko Siswanto, S830907012, 2008. “Metode Pembelajaran Pemberian Tugas Pengajuan Soal (Problem Posing) dan Pembuatan Simulasi Komputer dengan Memperhatikan Kemampuan Berfikir Abstrak” (Penelitian pada Mata Kuliah Fisika Dasar II Pokok Bahasan Arus Bolak-Balik Mahasiswa Jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang Tahun 2007/2008). Tesis : Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) menyelidiki perbedaan pengaruh penggunaan metode pembelajaran pemberian tugas pengajuan soal (problem posing) dan pembuatan simulasi komputer terhadap prestasi belajar jika diterapkan pada mahasiswa yang mempunyai kemampuan berfikir abstrak tinggi, (2) menyelidiki perbedaan pengaruh penggunaan metode pembelajaran pemberian tugas pengajuan soal (problem posing) dan pembuatan simulasi komputer terhadap prestasi belajar jika diterapkan pada mahasiswa yang mempunyai kemampuan berfikir abstrak rendah, (3) menyelidiki interaksi pengaruh penggunaan metode pembelajaran pemberian tugas dengan kemampuan berfikir abstrak terhadap prestasi belajar mahasiswa.
Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – September 2008 dan penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester II Jurusan Pendidikan Fisika IKIP PGRI Semarang Tahun pelajaran 2007/2008. Sampel dalam penelitian ini adalah dua kelas, yaitu kelas II A adalah yang diajar menggunakan metode pembelajaran pemberian tugas pembuatan simulasi komputer dan kelas II B menggunakan metode pembelajaran pemberian tugas pengajuan soal (problem posing). Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan ANAVA dua jalan dengan jumlah isi sel tidak sama dan dilanjutkan dengan uji Sceffe.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata prestasi belajar kelas II A adalah 63,37 dan kelas II B adalah 67,89. Nilai rata-rata prestasi belajar mahasiswa yang berkemampuan berpikir abstrak tinggi pada kelas II A adalah 67,73 dan kelas II B adalah 68,41, sedangkan nilai rata-rata prestasi belajar mahasiswa yang berkemampuan berpikir abstrak rendah pada kelas II A adalah 57,38 dan kelas II B adalah 67,19.
Dari hasil analisis data disimpulkan bahwa: (1) ada perbedaan pengaruh penggunaan metode pembelajaran pemberian tugas pengajuan soal (problem posing) dengan pembuatan simulasi komputer terhadap prestasi belajar. Metode pembelajaran pemberian tugas pengajuan soal lebih baik memberikan pengaruh terhadap perolehan prestasi belajar. (2) Ada perbedaan pengaruh kemampuan berfikir abstrak tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar. Kemampuan berikir abstrak tinggi lebih baik memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar. (3) Ada interaksi antara metode pembelajaran pemberian tugas dan kemampuan berfikir abstrak terhadap prestasi belajar pokok bahasan arus bolak-balik, diamana penerapan metode pembelajaran pemberian tugas pengajuan soal dan pembuatan simulasi komputer dengan memperhatikan kemampuan berpikir abstrak tinggi dan rendag memberikan efek yang berbeda. Kemampuan berpikir abstrak tinggi yang diajar dengan metode pembelajaran pengajuan soal prestasi belajarnya lebih baik dibandingkan dengan yang diajar dengan metode pembelajaran pemberian tugas pembuatan simulasi komputer, baik yang berkemampuan berpikir abstrak tinggi maupun rendah.